“BAPER”
(Medio: 20 Nopember 2020 Danny EK. 5.21)
Terngiang kata itu disetiap kali bertemu
dengan kalian
“Jangan Baperan laaah.” “Abaikan saja, gak
usah baper.” “Awas ada yang suka baperan.”
Kalau dulu mungkin aku tersinggung, aku
marah, bahkan nangis dengan perasaan terluka.
Helloooo, kini senyum itu selalu mengembang
saat mendengarkannya.
Terimakasih saudaraku, karena stempel kalian,
akhirnya aku berjalan di atasnya, dan aku gunakan itu sebagai senjataku.
Bukan senjata yang mematikan kalian, atau
memukul mundur kalian, tidak – tak guna itu, tapi senjata untukku menjadi “pejalan”
Dan ternyata “BETUL”
Kutemukan dalam tapakku, sambil kulangkahkan
kaki kanan, kaki kiri
Bergantian dengan banyak irama,
Dalam beksan gamelan Jawa mendayu, di tingkah
lantunan syahdu degung Sunda, dalam instrument yang hanya hatiku yang meraba
dan merasakannya, syair dengan warna musik apapun
Tanpa lirik tanpa kata, Dia bersuara
melaluinya
Dalam makna Dia menawarkan bahkan menuntun
dengan maha kasihNya
Matursuwun Gusti
Kini aku mengerti, mengapa tak boleh banyak
komentar
Tak Kau ijinkan banya bercuap dengan caraMu
Ternyata keindahan yang Kau taburkan terasa
dalam hening itu, saat suwung dalam pikir, hati dan laku.
Terimakasih saudara-saudarku satu ciptaan,
kalian dengan cara Allah menjadikan kalian sebagai tongkat bagiku
Menapak dalam datar halus jalan yang kulalui,
melangkah dalam keterjalan dan melaju menujuNya.
Langkah semakin cepat karena citaku semakin
dekat, aku melangkah lagi dengan pasti. (Vina Pandu Winata: Melangkah Lagi)
Akhirnya ku menemukanMu saat hati ini mulai
merapuh….
Akhirnya ku menemukanMu, saat raga ini ingin
berlabuh… (Naff: Akhirnya kumenemukanMU)






